{"id":385,"date":"2022-04-15T16:55:55","date_gmt":"2022-04-15T09:55:55","guid":{"rendered":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/?p=385"},"modified":"2022-07-10T13:41:42","modified_gmt":"2022-07-10T06:41:42","slug":"cara-mudah-teknik-isolasi-dna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/?p=385","title":{"rendered":"Cara Mudah Teknik Isolasi DNA"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify\">DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan. DNA terdapat di nukleus, mitokondria, dan kloroplas. Ada perbedaan di antara ketiga lokasi DNA ini, yaitu: DNA nukleus berbentuk linear dan berhubungan sangat erat dengan protein histon, sedangkan DNA mitokondria dan kloroplas berbentuk sirkular dan tidak berhubungan dengan protein histon. DNA memiliki struktur helix utas ganda, yang mengandung komponen-komponen gula pentosa (deoksiribosa), gugus fosfat, dan pasangan basa. Satu sel memiliki DNA yang merupakan materi genetik dan akan diturunkan pada keturunannya. DNA dapat diisolasi, baik pada manusia maupun tumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Isolasi DNA merupakan langkah tepat untuk mempelajari DNA. Prinsipnya ada dua, yaitu :<\/p>\n\n\n\n<p>a.Sentrifugasi<br>Merupakan teknik untuk memisahkan campuran berdasarkan berat molekul komponennya. Molekul yang mempunyai berat molekul besar akan berada di bagian bawah tabung dan molekul ringan akan berada pada bagian atas tabung. Teknik sentrifugasi dilakukan oleh mesin yaitu mesin sentrifugasi dengan kecepatan yang bervariasi. Hasil sentrifugasi akan menunjukkan dua macam fraksi yang terpisah, yaitu supernatan di bagian atas dan pelet di bagian bawah.<\/p>\n\n\n\n<p><br>b. Presipitasi<br>Merupakan langkah yang dilakukan untuk mengendapkan suatu komponen dari campuran.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fkunsri.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG-20211117-WA0003-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-36\"\/><figcaption><a href=\"https:\/\/eurekabiomedical.com\/eurekalab\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Eureka Research Lab-HLM, KLIK DISINI<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tahap Isolasi DNA Darah :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Gunakan tabung mikrosentrifus 1,5 ml yang steril \u2014 isi dengan 1 mg anti-koagulan<br>(EDTA, atau heparin) \u2014 masukkan 1 ml darah kedalamnya.<\/li><li>Goyangkan tabung mikrosentrifus perlahan agar darah dan anti-koagulan bercampur<br>dengan baik.<\/li><li>Gunakan satu tabung mikrosentrifus steril lagi\u2014\u2013 masukkan 900 \u03bcL larutan sel lisis<\/li><li>Ambil 300 \u03bc1 darah dari tabung mikrosentrifus pertama \u2014- masukkan ke dalam tabung<br>kedua \u2014\u2013 bolak-balikkan tabung 5-6 kali supaya cairannya bercampur baik.<\/li><li>Inkubasikan tabung mikrosentrifus kedua selama 10 menit pada temperatur ruang \u2014\u2013<br>bolak-balikkan tabung 2-3 kali selama masa inkubasi \u2014- untuk melisis sel-sel darah<br>merah.<\/li><li>Sentrifugasi tabung pada kecepatan 13.500 rpm selama 2 menit pada temperatur ruang.<\/li><li>Supernatant dibuang sebanyak mungkin (hati-hati! Jangan sampai pellet putih ikut<br>terbuang) \u2014\u2013 sekitar 10-20 \u03bcl cairan residu akan tertinggal dalam tabung tersebut<\/li><li>Tabung divortex dengan kuat (10-15 detik) \u2014- agar sel-sel darah putih tersuspensi<br>kembali.<\/li><li>Tambahkan 300 \u03bc1 larutan nuklei lisis ke dalam tabung tersebut (di langkah ke-8).\u2014\u2013<br>campurkan dengan menggunakan pipet sebanyak 5-6 kali untuk melisiskan sel-sel darah<br>putih \u2014 larutan menjadi \u201cviscous\u201d (kental) \u2014- jika terlihat gumpalan, maka inkubasikan<br>tabung pada 37 \u00b0C sampai gumpalan tersebut larut \u2014- dinginkan pada temperatur ruangan<\/li><li>Tambahkan larutan \u201cprotein precipitation\u201d sebanyak 100 \u03bc1 ke dalam larutan di langkah<br>9 \u2014\u2013 vortex dengan kuat selama 10-20 detik \u2014\u2013 gumpalan protein yang kecil mungkin<br>akan terlihat.<\/li><li>Sentrifugasi pada kecepatan 13.500 rpm selama 3 menit (pada temperatur ruangan) \u2014\u2013<br>pellet protein yang berwarna coklat tua akan terlihat.<\/li><li>Pindahkan supernatant ke dalam tabung Eppendorf steril (tabung mikrosentrifus 1,5 ml)<br>yang diisi 300 \u03bcl isopropanol (temperatur ruangan).<\/li><li>Tabung dibalikkan perlahan-lahan \u2014- supaya larutan bercampur \u2014 akan terlihat massa<br>seperti benang-benang putih (DNA).<\/li><li>Sentrifugasi pada kecepatan 13.500 rpm selama 1 menit pada temperatur ruangan \u2014-<br>DNA akan terlihat sebagai pellet kecil yang putih.<\/li><li>Supernatant dibuang \u2014 tambahkan 300 \u03bcl 70% etanol (di suhu temperatur ruangan). \u2014-<br>bolak-balikkan tabung perlahan beberapa kali untuk mencuci pellet DNA \u2014- sentrifugasi<br>lagi seperti pada langkah 15 diatas.<\/li><li>Aspirasikan etanol menggunakan pipet (jangan sampai pelletnya terbuang!) \u2014- letakkan<br>tabung secara terbalik diatas kertas absorben dan keringkan di udara selama 10-15 menit.<\/li><li>Tambahkan 100 \u03bcl larutan rehidrasi DNA \u2014 DNA direhidrasi dengan menginkubasikan<br>tabung pada 65 \u00b0C selama 30-60 menit \u2014- secara periodik, campurkan larutan dengan<br>cara menepuk tabung perlahan.<\/li><li>DNA disimpan pada temperatur 2-8\u00b0C atau untuk jangka panjang pada -20\u00b0C.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify\">Apabila pembaca mendapatkan informasi dan ilmu dari artikel ini, mohon kiranya bersedia untuk mengapresiasi serta berdonasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, cukup dengan klik salah satu iklan di halaman ini atau website ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Bagaimana Cara Melakukan Isolasi DNA - Hands on\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/E6o3UlxuXPs?list=PLOfkHQMmAzwGCUkj7XdqUYLh4dQ1zg5jW\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DNA adalah asam nukleat yang mengandung materi genetik dan berfungsi untuk mengatur perkembangan biologis seluruh bentuk kehidupan. DNA<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biomolekular"],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/tdrb2.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=385"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":457,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/385\/revisions\/457"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cattleyapublicationservices.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}